TOFI
APhO
IPhO
IJSO
Kelas Super
The First Step to Nobel Prize
WoPho
Rektor UMN
Tanya Yohanes Surya
Pelatihan Guru
Surya Institute
SURE Center
Ekonofisika
Fisika Gasing
Game Learning
Matematika GASING - GIPIKA
Mestakung
Asyiknya FisikaAyo BermimpiBercerita tentang Peraih NobelCerita Seputar LombaOlahraga dengan FisikaTeknologi & Masa Mendatang
EntrepreneurASC 2008ICYSASEC 2008
Sejarah TOFI 2009 - APhO -


Tim Olimpiade Fisika Indonesia (TOFI) akan berangkat jumat ini ke Bangkok, Thailand untuk mengikuti Asian Physics Olympiad (APhO) ke-10 pada hari Jumat, 24 April 2009. Sementara itu untuk ICYS (International Conference for Young Scientist) di Polandia 24-29 April 2009, Tim Indonesia menerjunkan 10 siswa beserta hasil penelitian mereka.

APhO tahun ini akan diikuti oleh 23 negara (lihat http://mpec.sc.mahidol.ac.th/apho10/)

Tim Indonesia terdiri dari tim A dan tim B. Tim A akan dipimpin oleh Hendra Kwee, Ph.D (alumni TOFI 97 yang membantu Prof. Yohanes Surya meneruskan usahanya dalam menyiapkan anak-anak TOFI) dan Prof. Kamsul Abraha, Ph.D (dosen UGM). Sedangkan tim B (tim dari kabupaten-kabupaten) dipimpin oleh Franky Tobing dan Yudistira Virgus. Berikut ini adalah daftar nama tim Indonesia:

 

Tim A:

·        Andri Pradana SMAK 1 BPK Penabur, DKI Jakarta

·        Brigitta Septriani SMA Santo Petrus Pontianak, Kalimantan Barat

·        Dzuhri Radityo Utomo SMAN 1 Yogyakarta, DIY

·        Fernaldo Richtia Winnerdy SMAK BPK Penabur Gading Serpong, Banten

·        Muhammad Sohibul Maromi SMAN 1 Pamekasan, Jawa Timur

·        Paul Zakharia Fajar Hanakata SMAN 1 Denpasar, Bali

·        Sandoko Kosen SMA Sutomo 1 Medan, Sumatera Utara

·        Winson Tanputraman SMAK 1 BPK Penabur, DKI Jakarta

 

Tim B:

·        Tjeng Wawan Cenggoro SMAN 1 Samarinda Kalimantan Timur

·        Novela Kristim Auparay SMAN 3 Jayapura Papua

·        Hairil Anwar SMAN 4 Berau, Kalimantan Timur

·        Andrey S. Awoitauw SMAN 3 Jayapura Papua

·        Ali Khsanul Qauli SMAN 1 Pamekasan Madura

·        J. Kevin Nangoi SMAN 1 Tomohon Sulawesi Utara

·        Achmad Rochi Habibi SMA Wahid Hasyim Sidoarjo

·        Christian Emor SMA Lokon Sulawesi Utara

Mereka telah dilatih sejak pertengahan November 2008 dengan diberikan bekal baik teori maupun eksperimen fisika yang diperlukan dalam olimpiade. Pembinaan dilakukan dengan seri kuliah dan latihan soal untuk mematangkan pemahaman konsep dan keterampilan dalam mengerjakan soal.

----------------------------------------------------------------------------------

TOFI berhasil memenuhi target dengan meraih 2 Emas, 4 Perak dan 2 Perunggu

Sesuai dengan prediksi awal sebelum keberangkatan tim, Hendra Kwee, Ph.D. menargetkan perolehan medali minimal 2 medali emas. Ternyata target tersebut terpenuhi dengan merebut 2 Emas, 4 Perak dan 2 Perunggu, bahkan tanpa diduga sebelumnya salah satu anggota tim juga merebut predikat "The best experiment". Dengan demikian seluruh anggota tim APhO X Bangkok, 24 April - 2 Mei 2009 berhasil membawa pulang medali. Terlihat dalam foto dari kiri : Fernaldo Richtia Winnerdy SMAK BPK Penabur Gading Serpong, Banten (Perak); Paul Zakharia Fajar Hanakata SMAN 1 Denpasar, Bali (Perak); Muhammad Sohibul Maromi SMAN 1 Pamekasan, Jawa Timur (Perunggu): Hendra Kwee, Ph.D (Leader); Winson Tanputraman SMAK 1 BPK Penabur, DKI Jakarta (Emas dan "The best experiment"); Kamsul Abraha, Ph.D (Leader); Brigitta Septriani SMA Santu Petrus Pontianak, Kalimantan Barat (Perunggu); Sandoko Kosen SMA Sutomo 1 Medan, Sumatera Utara (Perak); Dzuhri Radityo Utomo SMAN 1 Yogyakarta, DIY (Emas) dan Andri Pradana SMAK 1 BPK Penabur, DKI Jakarta (perak). Prestasi tahun ini lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya karena ini adalah pertama kalinya seluruh anggota tim Indonesia meraih minimal medali perunggu.

Siswa-siswi yang mewakili Indonesia di olimpiade ini dipilih melalui seleksi ketat yang diselenggarakan oleh Departemen Pendidikan Nasional. Seleksi dilakukan secara berlapis mulai dari level seleksi kabupaten/kota, provinsi, Olimpiade Sains Nasional, dan seleksi 30 besar yang merupakan seleksi tahap akhir. Siswa siswi yang lolos dari proses ini yang memperoleh hak untuk mewakili Indonesia di ajang APhO. Dari hasil APhO ini akan dipilih 5 siswa terbaik untuk mewakili Indonesia di ajang International Physics Olympiad (IPhO) ke-40 yang akan diselenggarakan di Merida, Yucatan, Mexico pada 11 - 19 Juli 2009. Dengan demikian 2 peraih emas sudah merebut kursi, sedangkan 3 kursi sisanya masih diperebutkan oleh 4 siswa peraih medali perak. Direncanakan proses seleksi dilakukan setelah mereka (5 siswa) mengikuti ujian UN susulan. Kelima siswa yang mengikuti ujian susulan UN tanggal 11 Mei - 15 Mei 2009 adalah : Paul, Brigitta, Sandoko, Dzuhri dan Andri. Semua kegiatan Tim Olimpiade Fisika Indonesia mulai dari proses seleksi, pembinaan hingga keberangkatan didanai oleh Departemen Pendidikan Nasional.

APhO tahun ini diselenggarakan dari tanggal 24 April sampai 2 Mei 2009. Olimpiade yang sempat dikhawatirkan terganggu oleh hangatnya suhu politik di Thailand berlangsung dengan tanpa gangguan sama sekali. Hampir semua negara yang menyatakan mau ikut di olimpiade akhirnya tetap mengirim tim untuk berkompetisi di APhO ini. Lima belas negara berkompetisi antara lain Brunei Darussalam, China, Chinese Taipei (Taiwan), India, Indonesia, Israel, Kazakhstan, Malaysia, Mongolia, Philippines, Sri Lanka, Tajikistan, Thailand, Turkmenistan, dan Vietnam.

Mohon doa restu seluruh masyarakat Indonesia, agar tim dapat meraih sukses di IPhO ke 40 Mexico, walaupun saat ini sedang dilanda flu babi. (www.tofi.or.id)





Sie Doc