TOFI
APhO
IPhO
IJSO
Kelas Super
The First Step to Nobel Prize
WoPho
Rektor UMN
Tanya Yohanes Surya
Pelatihan Guru
Surya Institute
SURE Center
Ekonofisika
Fisika Gasing
Game Learning
Matematika GASING - GIPIKA
Mestakung
Asyiknya FisikaAyo BermimpiBercerita tentang Peraih NobelCerita Seputar LombaOlahraga dengan FisikaTeknologi & Masa Mendatang
EntrepreneurASC 2008ICYSASEC 2008
Sejarah TOFI 2008 - IPhO -


International Physics Olympiad–IPhO XXXIX, Hanoi, Vietnam

Minggu 20 Juli 2008, Tim Olimpiade Fisika Indonesia akan berangkat untuk berkompetisi dalam Olimpiade Fisika Internasional (International Physics Olympiad–IPhO) XXXIX di Hanoi, Vietnam yang berlangsung mulai tanggal 20 Juli – 29 Juli 2006. Tim yang akan bertanding dalam ajang bergengsi Fisika ini terdiri 5 siswa yang dipimpin oleh Dr. Kamsul Abraha dan Hendra Kwee, Ph.D. Turut serta dalam tim ini Dr. M Hikam sebagai observer leader, Yudistira Virgus, S.Si dan Winson Tanputraman sebagai observer.

Nama-nama perserta Tim Olimpiade Fisika Indonesia yang akan bertanding sebagai berikut :

1. Adam Badra Cahaya : SMAN 1 Jember

2. Rudy Handoko Tanin : SMA Sutomo 1 Medan

3. Kevin Winata : SMAK 1 Penabur Jakarta

4. Tyas Kokasih : SMA Taruna Nusantara Magelang

5. Thomas A. Nugraha : SMAN 78 Jakarta

Kelima siswa ini berhasil meraih prestasi terbaik dalam Asian Physics Olympiad 9th , Ulaanbaatar, Mongolia dan yang akan membawa nama Indonesia dipertaruhkan dalam kancah olimpiade fisika internasional.

Selama kurang lebih 2 bulan mereka diarahkan mereview soal-soal olimpiade ditambah dengan materi baru antara lain : Guide to Physics Problems, Physics to a Degree dan Physics by example untuk fisika teori. Sedangkan untuk eksperimen, mereka diberi kebebasan mengatur waktu sendiri. Biasanya kalau sedang jenuh belajar teori, malam harinya mereka melakukan eksperimen. Namun demikian setiap hari Sabtu, terjadwal pembinaan eksperimen seperti biasa.

Dari evaluasi terakhir, mereka dianggap telah siap untuk berprestasi di ajang IPhO XXXIX Hanoi sekaligus memperbaiki kegagalan tim Indonisia saat APhO IV, 2004 yang juga dilaksanakan di Hanoi. Prof. Yohanes Surya, Ph.D selaku ketua pembina merasa trauma dengan pelaksanaan kompetisi di Hanoi, namun dengan melihat kemajuan tim kali ini optimis tim Indonesia bisa meraih minimal 2 medali emas. Dengan demikian, walaupun Prof. Yohanes Surya, Ph.D kali ini tidak menyertai tim Indonesia karena terbentur jadwal yang bersamaan dengan kegiatan sebagai Chairman Asian Science Camp 2008 di Bali, tim Indonesia diharapkan tetap konsisten selalu mendulang emas di IPhO sejak tahun 2002.

Viva Indonesia.......................

----------------------------------------------------------------

TOFI Kembali Mempersembahkan Medali Emas

Tim Olimpiade Fisika Indonesia sukses meraih 2 medali emas, 2 medali perak dan 1 medali perunggu dalam Olimpiade Fisika Internasional (IPhO) ke-39 di Hanoi, Vietnam. IPhO yang diselenggarakan dari pada tanggal 20-29 juli ini diikuti oleh 82 negara dengan jumlah peserta mencapai 376 peserta. Siswa-siswa Indonesia yang meraih medali adalah sebagai berikut:

1. Kevin Winata (SMAK BPK Penabur 1 Jakarta) - medali emas  dengan skor 40,73
2. Rudy Handoko Tanin (SMA Sutomo 1 Medan) - medali emas  dengan skor 33,30
3. Thomas Aquinas Nugraha Budi (SMAN 78 Jakarta) - medali perak  dengan skor 27,60
4. Adam Badra Cahaya (SMAN 1 Jember) - medali perak  dengan skor 27,48
5. Tyas Kokasih (SMA Taruna Nusantara Magelang) - medali perunggu  dengan skor 21,20

Dengan perolehan skor 40,73, Kevin membawa Indonesia berada di peringkat kedua setelah China. Soal teori yang diperlombakan tahun ini sangat sulit sehingga sebagian besar siswa tidak berhasil menyelesaikan test. Selain itu, Kevin sebenarnya nyaris meraih penghargaan the best experiment dengan skor eksperimen 19,75 dari skor maksimum 20. Sangat disayangkan setelah sesi moderasi, salah satu siswa Taiwan berhasil meraih poin sedikit lebih tinggi daripada Kevin.

Perolehan ini sudah sesuai dengan target dari Prof. Yohanes Surya Ph.D, selaku pimpinan TOFI. Dalam acara pelepasan tim oleh Prof. Suyanto, Ph.D selaku Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Depdiknas pada tanggal 9 juli lalu, TOFI  menargetkan 2 medali emas. Dengan capaian ini, maka tim Indonesia kembali meneruskan tradisi emas di olimpiade fisika internasional yang telah dimulai semenjak tahun 2002.

Rombongan Indonesia akan kembali ke tanah air pada tanggal 29 malam. Tim Indonesia memberangkatkan 5 siswa didampingi 2 pimpinan tim dan 3 staf lainnya.
Pimpinan tim terdiri dari Hendra Kwee, Ph.D, dan Dr. Kamsul Abraha, sedangkan ketiga staf lainnya adalah Muhammad Hikam, Yudistira Virgus dan Winson Tanputraman.

Program persiapan Tim Olimpiade Fisika Indonesia merupakan hasil kerjasama Yayasan TOFI dengan Departemen Pendidikan Nasional, dan juga didukung oleh Kementrian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat.




Sie Doc