TOFI
APhO
IPhO
IJSO
Kelas Super
The First Step to Nobel Prize
WoPho
Rektor UMN
Tanya Yohanes Surya
Pelatihan Guru
Surya Institute
SURE Center
Ekonofisika
Fisika Gasing
Game Learning
Matematika GASING - GIPIKA
Mestakung
Asyiknya FisikaAyo BermimpiBercerita tentang Peraih NobelCerita Seputar LombaOlahraga dengan FisikaTeknologi & Masa Mendatang
EntrepreneurASC 2008ICYSASEC 2008
Sejarah TOFI 1997

TOFI 1997

1997

        Proses pemilihan siswa anggota TOFI 1997 tidak banyak berbeda dengan TOFI 96. Pada bulan November 1996 diadakan seleksi secara serentak di 27 propinsi. Melalui diktat-diktat training jarak jauh para siswa diberikan materi-materi yang levelnya lebih tinggi dari materi level SMU. Setelah melalui beberapa tahap seleksi, 8 siswa terpilih untuk mengikuti pembinaan intensif di Wisma Kinasih selama hampir 2 bulan. Sebagian training eksperimen dilakukan di Jurusan Fisika Universitas Indonesia.

        Menurut para siswa bahan training yang diberikan sangat banyak. Jauh lebih banyak dibandingkan dengan diktat training sebelumnya. Mereka belajar fisika rata-rata 8 jam/hari dan dihari libur 15 jam/hari. Beberapa siswa tidur sampai pukul 02.00 dini hari setiap harinya. Luar biasa sekali. Secara tidak langsung siswa telah berlatih etos kerja yang baik.

        Training intensif di Wisma Kinasih diberikan oleh Alexander Deshkovski dan Yohanes Surya. Alexander adalah mantan peraih emas kontingen Uni Sovyet di Olimpiade Fisika 1984 di Swedia. Ia diminta bantuannya untuk mematangkan kemampuan siswa yang sudah berlatih sebelumnya.

        Salah satu siswa yang dilatih adalah Hendra yang sekarang sudah Ph.D dan terjun sebagai Pembina full time TOFI. Pada IPhO ke XXVIII di Sudbury Canada itu tim kita bagus di fisika teori tapi sayang kita jeblok di eksperimen. Hasilnya adalah 2 perunggu dan 2 honorable mention.

Pejuang Pahlawan Bangsa 1997:

1.Boy Tanto – SMUK Kalam Kudus Pematang Siantar  Perunggu

2. Wayan Gde Widiartha – SMUN 1 Gianyar Bali – perunggu

3. Hendra – SMU Xaverius 1 Palembang – Honorable mention

4. Sofian Hamid – SMUN 1 Purwokerto

5. Yusak Rabin – SMU Xaverius Tanjung Karang Lampung

        Bulan Agustus 1997 kita juga mengirimkan 3 siswa dalam Kompetisi Fisika Eropa-Asia (The First Physics Competition) di Turki. Luar biasanya ktia meraih juara umum dengan menyabet 4 medali emas, 4 perak dan 1 perunggu. Fantastis!!!

Mereka yang juga Pejuang Pahlawan Bangsa adalah:

1.     Toni Tan SMU Sutomo 1 Medan : 2 emas dan 1 perak

2.     Rizal Fajar Hariadi SMU Al Azhar  Jakarta : 1 emas 2 perak

3.     Endra SMUN 78 Jakarta : 1 perak 1 perunggu


        Dalam kompetisi di Turki ini tiap siswa dapat memperoleh 3 medali yaitu: medali untuk fisika teori, medali untuk fisika eksperimen, dan untuk nilai total.  Ini berbeda dengan olimpiade fisika internasional yang hanya memperhitungkan nilai total saja.

Para donatur TOFI 1997 adalah sebagai berikut:
Hiskak Secakusuma, PT Samafitro/Canon, PT Kilang (WIsma Kinasih), PT Sparindo M, H Mahendra, PT Karya Intertek, PT Wisma Sarana Teknik, Yayasan Sutomo Medan, Mujaya Hertadi, Dessy Ratnasari, Daniel Gozali, Boen Setiawan, PT Total Bangun Persada, PT Tai Sei Jo, PT Prima Sigma Lambda, M. Amin, PT Waskita Prima Guna, PT Jakarta Land, PT Surya Marga Luhur, Hendrik, Asto Sunu Subroto, Wahyu Dwi Aji, PT Dian Wahyu, Bobby H. Djojo, Eka Wahjoepranoto.



Sie Doc