TOFI
APhO
IPhO
IJSO
Kelas Super
The First Step to Nobel Prize
WoPho
Rektor UMN
Tanya Yohanes Surya
Pelatihan Guru
Surya Institute
SURE Center
Ekonofisika
Fisika Gasing
Game Learning
Matematika GASING - GIPIKA
Mestakung
Asyiknya FisikaAyo BermimpiBercerita tentang Peraih NobelCerita Seputar LombaOlahraga dengan FisikaTeknologi & Masa Mendatang
EntrepreneurASC 2008ICYSASEC 2008
Sejarah TOFI 1995

TOFI 1995

1995 Perak Pertama

            Belajar dari pengalaman, bahwa dibutuhkan waktu yang cukup panjang untuk berprestasi dengan mestakung, saya memutuskan untuk meninggalkan pusat fisika nuklir CEBAF tempat saya bekerja setelah mendapatkan gelar Ph.D di bulan April 1994. Saya dan keluarga sepakat  kembali ke Indonesia untuk mempersiapkan Tim Indonesia menjadi juara dunia dalam Olimpiade Fisika Internasional dengan meraih medali emas sebanyak-banyaknya.

            Keputusan untuk pulang ke Indonesia di bulan November atau Desember 1994 ini bukan tanpa risiko. Sewaktu tiba di Indonesia, saya mencoba melamar menjadi pegawai negeri di Universitas Indonesia, namun sayang waktu itu tidak ada penerimaan pegawai negeri (zero growth). Tanpa pekerjaan tetap, hidup di Indonesia memang cukup sulit, namun saya percaya ketika kita berada pada kondisi kritis, mestakung akan terjadi. Dan memang itulah yang terjadi.

            Mestakung terjadi di mana-mana. Prof. Dr. Wardiman Djojonegoro yang menjadi mendikbud saat itu melalui Depdikbud (Departemen Pendidikan dan Kebudayaan) membantu proses seleksi, banyak anak pintar yang ikut mendaftar. Pak Susanto, orang tua dari salah satu siswa, terpanggil untuk membantu mencari dana ke sana-ke mari. Pak Widia Nursiyanto ilmuwan dari BATAN (Badan Tenaga Atom Nasional) dan beberapa mahasiswa fisika UI pun turut menyingsingkan lengan bajunya untuk membantu pelatihan. Melalui teman-teman, kami diperkenalkan dengan Dr. Anugerah Pekerti. Pak Pekerti adalah orang yang sangat peduli dengan pendidikan. Melalui Pak Pekerti, saya diperkenalkan dengan Pak Radius Prawiro almarhum  mantan menteri Ekuin Kabinet Pembangunan V. Pak Radius mempunyai sebuah tempat penginapan, Wisma Kinasih. Selama dua bulan menjelang olimpiade kami diberi tempat di Wisma Kinasih gratis, tanpa bayar apa-apa, baik untuk makanan maupun tempat tinggal.

            Dan yang menarik pula, mestakung juga terjadi dalam kehidupan rumah tangga saya. Pak Pater Ananta dari penerbit Intan Pariwara menawarkan saya untuk menulis buku dan menawarkan honor bulanan yang cukup untuk hidup kami sekeluarga di Indonesia. Ini luar biasa. Dari pengalaman di tahun 1995 ini, saya semakin percaya bahwa ketika kita melangkah ke kondisi kritis maka mestakung akan terjadi membantu kita melepaskan dari dari kondisi kritis itu dan membuat apa yang kita lakukan berhasil.

            Dengan fasilitas yang cukup memadai, lima siswa Indonesia, Teguh Budimulia (SMAK 1 Jakarta, sudah mendapat master dari Amerika dan sekarang berbisnis IT), Rudy Raymond (SMA Taruna Nusantara Magelang, sedang mengambil program Ph.D), Agus Bani Abdillah (SMAN 1 Yogyakarta, meraih gelar Ph.D dari Jepang), Putu Adiartha (SMAN 1 Denpasar, menjadi dokter spesialis), dan Herry (SMA Xaverius 1 Palembang, sudah Ph.D dan sedang post doctoral di Amerika Serikat) bertanding dalam Olimpiade Fisika Internasional ke-26 di Canberra Australia. Hasil yang diperoleh luar biasa, semua siswa berhasil mendapat penghargaan. Teguh mendapatkan medali perak, Agus meraih perunggu, Putu, Herry, dan Raymond masing-masing mendapatkan honorable mention.  Kita menempati peringkat 18 dari 51 negara.

            Tahun 1995 ini pula berdirilah Yayasan TOFI (klik disini) dengan pengurusnya antara lain Pak Anugerah Pekerti (Penasehat), P Ananta (Penasehat), Dr. Boediono (Penasehat), Yohanes Surya Ph.D (ketua pelaksana), Agus Ananda Ph.D (wakil ketua), Roy Sembel Ph.D (Bendahara) dan Widia Nursiyanto M.Sc. (sekretaris) serta Ir. Susanto Hardjoko (koordinator pencari dana).

Para donatur  yang terlibat dalam mensponsori TOFI di tahun 1995 ini adalah Roy Sembel, A. Pekerti, Paul Darda Gaudiamo, Budianto, Nyoo Djiang Hok, Mochtar Riady, H. Mahendra (Pioneer), Subronto Laras (Indomobil), Antonius Nurimba (Gesuri Llyod), PT Kinasih Cemerlang, LPPM, Lukman Setiawan, Shirato Syafei (Harian Bisnis Indonesia) dll.

Pejuang Pahlawan Bangsa 1995:

1.     Teguh Budimulia,   SMAK 1 Penabur – Perak

2.     Agus Bani Abdillah, SMAN 1 Yogyakarta – perunggu

3.     Rudy Raymond , SMA Taruna Nusantara Magelang – honorable mention

4.     Putu Adiartha , SMAN 1 Denpasar – honorable mention

5.     Herry - SMA Xaverius 1 Palembang – honorable mention

6.     Wirawan – SMAK St Albertus Malang – ikut TOKI dan mendapat medali perak.




Sie Doc