TOFI
APhO
IPhO
IJSO
Kelas Super
The First Step to Nobel Prize
WoPho
Rektor UMN
Tanya Yohanes Surya
Pelatihan Guru
Surya Institute
SURE Center
Ekonofisika
Fisika Gasing
Game Learning
Matematika GASING - GIPIKA
Mestakung
Asyiknya FisikaAyo BermimpiBercerita tentang Peraih NobelCerita Seputar LombaOlahraga dengan FisikaTeknologi & Masa Mendatang
EntrepreneurASC 2008ICYSASEC 2008
Sejarah TOFI 1994

TOFI 1994

1994

        Olimpiade Fisika Internasional ke-25 akan diadakan di Beijing (Cina) tahun 1994. Seperti tahun sebelumnya, kami meminta bantuan jurusan fisika FMIPA Universitas Indonesia (alm. Prof. Parangtopo dan Dr. Rachmat Widodo) untuk memilih lima siswa terbaik. Dalam tim kali ini di samping tiga orang siswa laki-laki (Adianto Wibisono [SMA Taruna Nusantara Magelang], sekarang sedang menyelesaikan program Ph.D-nya di Belanda, William Adjie Winoto [SMAK Frateran Surabaya], sekarang sudah mendapatkan gelar masternya dari MIT, dan Charles Pandana [SMA Sutomo Medan], kini sedang menyelesaikan Ph.D-nya di Amerika Serikat), ada pula dua siswi wanita (Catherina Wijaya [SMAK 1 BPK Penabur Jakarta], kini sudah menyelesaikan program Ph.D-nya di MIT dan Connie Gunadi [SMAK 1 BPK Penabur Jakarta], kini sudah lulus S2 di Jepang).

        Proses mestakung (semesta mendukung) banyak terjadi selama persiapan training maupun selama training Tim Olimpiade Fisika Indonesia (TOFI). Beberapa mahasiswa Indonesia saat itu seperti Stephen Vanden Brink, Terry Mart, Chairul Bahri, Widodo Samyono, terdorong membantu melatih para siswa ini tanpa pamrih. Mereka jauh-jauh datang dari berbagai negara bagian di Amerika Serikat ke tempat pelatihan di Williamsburg. Bahkan, mereka yang bukan dari bidang sains seperti Charles Yoseph dan teman-teman lain banyak yang datang ke tempat pelatihan di Williamsburg untuk membantu memasak, atau sekadar memberi dorongan moral. Rasanya senang sekali melihat begitu antusiasnya teman-teman ini memberi dorongan.

Pelatihan di Williamsburg hanya berlangsung satu bulan. Waktu satu bulan ternyata tidak cukup untuk menguasai bahan pelajaran yang begitu banyak. Sehingga di Beijing (Cina) kita tidak mendapatkan medali apapun.
Berbagai pihak yang telah membantu pendanaan TOFI 94 antara lain KBRI Washington DC (Bapak Soebekti Dhirjosaputro alm), P. Ananta, PT Unilever, Bapak Anung Kusnowo, orangtua siswa, mahasiswa Indonesia di Amerika Serikat.

Pejuang Pahlawan Bangsa 1993:

1.     Conny Riani Gunadi SMAK BPK Penabur 1 Jakarta

2.     Adianto Wibisono SMA Taruna Nusantara Magelang

3.     William Adjie Winoto SMAK Frateran Surabaya

4.     Catherina Wijaya SMAK BPK Penabur 1 Jakarta

5.     Charles Pandana SMA Sutomo 1 Medan.




Sie Doc